Terakhir Diperbarui:09:41:08 AM GMT

Anda berada di:

Pembelian Dibatasi, Pedagang Bensin Eceran Mengeluh

E-mail Cetak PDF

BOGOR-KITA.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat sensitive. Belum naik saja sudah nyusahin, apalagi sudah naik, makin menyusahkan Karena harga-harga akan terdongkrak naik. Yang sudah kena imbasnya adalah pedagang bensi eceran. Mereka kini mengeluh karena pendapatan menurun menyusul pembelian BBM tidak sebebas sebelumnya.

 

Di Ciampea, puluhan pedagang bensin eceran yang terbiasa membeli BBM jenis premium dengan menggunakan jerigen dalam jumlah besar, mau kini gigit jari.

Pasalnya, jelang ditetapkannya waktu kenaikan BBM, mereka kian sulit mendapatkan bensin dan kerap ditolak oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Salah satu pedagang eceran yang ditemui PAKAR adalah  Atang Sanjaya, warga Cicadas 1, RT 02/RW 01, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, yang kerap mangkal di Jalan Raya Warung Borong. Dia mengakuo, sejak dua hari ini penghasilan merosot tajam.
Hal itu dikarenakan sejak Senin lalu SPBU Cibanteng melakukan pembatasan pembelian. Kebutuhan sehari harinya bisa  mencapai antara 40 hingga 60 liter. Yang diperoleh jauh dari yang diharapkan.

"Biasanya saya memperoleh keuntungan berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp80 ribu sehari. Tapi sejak dua hari ini, saya hanya mendapat Rp20 ribu saja sehari, hanya cukup buat ngopi dan rokok saja. Yang dibawa pulang kerumah paling Rp5 ribu saja. Dasar nasib," sedihnya.
Atang mengaku khawatir, jika pembatasan bertele-tele, maka akan berdampak pada uang sekolah tiga anaknya.

Selama 13 tahun terkahir, Atang mengaku membiyayai sekolah anak dari hasil dagang bensin eceran. "Kini saya hanya bisa pasrah saja. Untungnya,  saya juga punya usaha sampingan, yakni bongkar pasang sarung jok motor yang mudah mudahan bisa menggantikan rezeki yang sementara ini hilang dari bensin eceran." katanya.

Sementara itu, Kapolsek Ciampea, Kompol. Drs. Safiudin Ibrahim, sehari setelah dilantik mengggantikan Kompol. Indarto, langsung melaksanakan intruksi Kapolda Jabar dan Kapolres Bogor yang memploting seluruh Polsek se-Kabupaten Bogor untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh SPBU guna mengantisipasi adanya pihak pihak yang ditengarai akan melakukan pembelian BBM dalam jumlah besar.
“Apabila nanti polsek menjumpai ada pihak yang melakukan pembelian BBM dengan partai besar, maupun yang sengaja menimbunnya, kami akan tidan tanpa pandang bulu." tegasnya[]Harian PAKAR/Admin

Berikan Komentar


Security code
Refresh