Terakhir Diperbarui:03:00:19 AM GMT

Anda berada di:

83 Species Tumbuhan Terancam Punah Dikoleksi di Kebun Raya Bogor

E-mail Cetak PDF
Bgr-species_baru
BOGORKITA – Sebanyak 83 species tumbuhan Indonesia yang terancam kepunahan telah dikoleksi di Kebun Raya Indonesia. Jumlah itu  mencapai 21,5% dari jumlah total tumbuhan Indonesia yang masuk dalam kategori terancam.
''Ke 83 spesies itu belum termasuk spesies-spesies Nepenthes koleksi Kebun Raya Indonesia,'' papar Kepala Unit Pelaksana Teknis Konservasi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI, Dr. Didik Widyatmoko, M.Sc di Bogor, Senin (27/9/2010)

Didik Widyatmoko merupakan penggagas awal diluncurkannya spesies konservasi terhadap spesies prioritas konservasi untuk dua famili tanaman langka.

Penetapan kedua famili tanaman langka itu dilakukan pada sebuah workshop yang berlangsung di Gedung Konservasi PKT Kebun Raya Bogor hingga besok, dengan tema Penetapan Spesies Prioritas Konservasi : Dipterocarpaceae dan Thymelaeaceae.

Didik menjelaskan, berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) tahun 2009 ditemukan sebanyak 386 spesies di Indonesia yang termasuk dalam kategori kritis (critically endangered), genting (endangered) dan rawan (vulnerable).

Bahkan, kata Didik, apabila studi-studi yang lebih cermat dan intensif dilakukan, dipercaya jumlah sebenarnya spesies tumbuhan Indonesia berkategori terancam kepunahan lebih besar dari angka tersebut. ''Spesies-spesies tumbuhan Indonesia yang masuk dalam kategori terancam tersebut berasal dari 44 famili, jumlah terbesarnya atau sebanyak 37% di sandang oleh spesies-spesies dari famili Dipterocarpaceae,'' kata Didik.

Ahli tanaman lainnya yang juga terlibat dalam penetapan spesies yang mendapat prioritas untuk dikonservasi adalah Harry Wiriadinata dari Herbarium Bogoriense, P2Biologi LIPI, ia menjelaskan Thymeleaceae adalah jenis tumbuhan karas-karasan dari marga Aquilaria dan Gyrinops. ''Dari 15 jenis Aquilaria tercatat 6 jenis yang dapat menghasilkan resin gaharu,'' ujar Harry.

Sedangkan Famili Dipterocarpaceae merupakan satu-satunya suku yang memiliki potensi besar dalam hal kayu seperti Meranti, Kapur, Bengkirei serta Pinang Jawa. ''Celakanya lagi jenis-jenis tersebut tumbuh di dataran rendah, sehingga potensi kepunahannya sangat besar akibat konversi lahan,'' kata Harry.

Pada tahun sebelumnya LIPI sudah mengkonservasi empat famili, yang terdiri dari 100 spesies, seperti Angrek, paku, palem, kantong semar. Secara keseluruhan tercatat 16 daftar tanaman langka di Indonesia saat ini . ''Karena keterbatasan anggaran dan tenaga ahli, paling tidak sudah enam yang kita konservasi,'' papar Harry. o nung/tempo interaktif

Berikan Komentar


Security code
Refresh