Terakhir Diperbarui:04:50:27 PM GMT

Anda berada di:

Pemkab Bogor Prioritaskan Kesehatan Masyarakat Melalui Jamkesda

E-mail Cetak PDF
bgr-jamkesda

BOGOR-KITA.com - Bidang kesehatan menjadi skala prioritas bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.  Untuk  tahun anggaran (TA) 2011 Pemkab menganggarkan  Rp. 23 miliar untuk melayani peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan  (Dinkes), sepanjang 2010 lalu, program Jamkesda telah melayani 76.203 kasus, dan Pemkab telah mengelontorkan APBD sebesar Rp 33,5 miliar. "Tahun lalu, total pembiayaan Jamkesda dari APBD sebesar Rp33,5 miliar, sementara tahun 2011 kita anggarkan 23 miliar," tegas Kepala Dinkes, drg. Tri Wahyu Harini, di kantornya, Senin (14/3/2011).

Selanjutnya, angka itu akan disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab, program Jamkesda merupakan prioritas. "Kalau memang kurang akan ditambah lagi. Jadi, ini belum angka akhir," urainya.

Dijelaskan, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin yang dimulai awal 2010 lalu menjamin pembebasan biaya pelayanan kesehatan, di Puskesmas dan rumah sakit. "Dan, Jamkesda disahkan oleh kepala daerah melalui surat keputusan," ucapnya.

Prosedur pelayanan Jamkesda yang harus ditempuh masyarakat, dimulai dengan pelayanan di Puskesmas. Bila dibutuhkan bantuan spesialis atau pelayanan rawat inap, pasien akan dirujuk ke rumah sakit, di wilayah Bogor atau wilayah perbatasan, seperti Cianjur, Tangerang dan Kota Depok.

"Jika masih butuh penanganan lebih lanjut lagi, pasien bisa dirujuk ke RS yang ada di Jakarta, yakni RS. Cipto Mangunkusumo, Fatmawati, Harapan Kita dan RS. Persahabatan," paparnya.

"Tahun lalu, total pembiayaan Jamkesda dari APBD sebesar 33,5 miliar, sementara tahun 2011 kita anggarkan Rp 23 miliar,"

Lebih lanjut Harini mengatakan, pelayanan Jamkesda tahun 2010, meliputi pelayanan rawat jalan tingkat pertama di puskesmas dan jaringannya  sebanyak, 38.784 kasus, rawat inap tingkat pertama di Puskesmas dengan tempat perawatan 1.085 kasus, rawat jalan tingkat lanjutan di poliklinik spesialis rumah sakit 26.954 kasus, dan rawat inap tingkat lan­jutan rumah sakit 9.380 kasus.

"Kasus yang paling menonjol kita tangani sejak tahun lalu adalah, hydrocephalus. Tapi, kita juga melayani kasus dengan biaya yang cukup mahal, seperti jantung," tegasnya.

Sekedar informasi rumah sakit yang bekerja sama dengan Jamkesda Kabupaten  Bogor adalah RSUD Ciawi, Cibinong Marzoeki Mahdi Bogor, Goenawan Parto Widagdo, PM, Karya Bhakti Bogor, RSCM, Fatmawati, Jantung Harapan Kita, Persahabatan, dan rumah sakit di perbatasan (Tangerang, Depok, Cianjur dan Sukabumi).  O dit/situs pemkab bogor

Berikan Komentar


Security code
Refresh