Terakhir Diperbarui:09:41:08 AM GMT

Anda berada di:

Situs Cibalay Bogor Lebih Luas dari Situs Gunung Padang Cianjur

E-mail Cetak PDF

BOGOR-KITA.com - Pusat perhatian arkeolog dan ilmuan dunia yang selama ini tersita oleh kehebatan Situs Gunung Padang atau yang popular disebut Piramida Gunung Padang, berpotensi dikalahkan oleh Situs Cibalay yang berada di Kampung Cibalay, Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Pasalnya, Situs Cibalay diyakini merupakan situs tinggalan sejarah purbakala paling luas di Indonesia bahkan dunia. Keyakinan ini muncul setelah beberapa hari lalu, ditemukan punden berundak di kawasan Cibalay. Punden berundak atau bangunan bersusun terbuat dari bebatuan itu, mirip dengan punden berundak yang membentuk Piramida Gunung Padang yang luas kawasannya mencapai sekitar 25 hektar. Atas perintah Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Piramida Gunung Padang sudah melalui proses ekskavasi besar-besaran. Piramida berbentuk kapal yang sebagian tertutup semak belukar dan pepohonan itu belakangan sudah dibersihkan dengan melibatkan TNI. Tidak heran kalau, mata para arkeolog dunia mengarah ke Gunung Padang. Dunia tertarik, karena situs itu diperkirakan dibangun 10.000 tahun Sebelum Masehi, yang berarti lebih tua dibanding piramida di Mesir atau piramida di Peru yang dikagumi dunia.

Namun bagi arkeolog muda yang bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar) Kabupaten Bogor, Indri, Situs Cibalay diyakini memiliki luas mencapai 45 hektar. Itu berarti lebih luas dibanding Situs Gunung Padang, Cianjur yang sekarang yang jadi buah bibir para arkeolog dunia itu.

“Dibandingkan dengan Gunung Padang, Cibalay juga tidak kalah menariknya. Selain lebih besar, Cibalay berada di pegunungan yang benar-benar berundak,” kata Indri  kepada PAKAR di Cibinong, Rabu (14/8).

Juladi, kondinator penggalian (eskavasi) dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Baten, mengamini pernyataan Indri. Temuan baru berupa punden berundak di kawasan Cibalay, katanya, membuktikan, situs itu memang sangat luas.
"Sampai saat ini di Cibalay, sudah ada sembilan titik lokasi situs yang sudah berhasil dibuka," kata Juladi,.
Sembilan lokasi tersebut, meliputi Situs Endong Kasang seluas 80 meter persegi, Situs  Bale Kambang 80 meter persegi, Situs Arca Dhomas 1500 meter persegi, Situs Kebon Kopi 1000 meter persegi, situs Batu Bergores 500 meter persegi, Situs Jami Piciing 1000 meter persegi, Situs Cipangantehan 2500  meter persegi, Situs Pasir Manggis 100 meter persegi, lalu Situs Curug Ccibalay 700 meter persegi.

Sembilan situs ini sepertinya berada di tempat yang terpencar-pencar. Tetapi sebenarnya, semuanya masih berada dalam satu kawasan. “Jadi di Situs Cibalay ini sangat luas. Ditengarai masih banyak situs yang masih tertutup oleh semak belukar. Sehingga, apabila dibuka, kemungkinan Cibalay merupakan kawasan situs paling terbesar di Indonesia bahkan dunia," tukas Juladi.

Sayangnya, di Cibalay belum ada proses ekskavasi. Sehingga belum banyak diketahui apa-apa saja kehebatannya. Beda dengan Piramida Gunung Padang, di mana  sudah ditemukan sejumlah hal-hal hebat terkait teknologi purbakala.

Satu-satunya yang sudah ditemukan di Cibalay, seperti dikemukakan Kepala Bidang Pemelihara Cagar Budaya dari BPCB, Komaralana adalah, unsur arang yang terdapat pada bebatuan dan lapisan tanah di area Cibalay. "Usia arang tersbut antara 6000 tahun sampai dengan 3000 tahun sebelum masehi," ungkap Komaralana.
Untuk membuktikan mengenai situs tersebut, lanjut Komar, harus dilakukan penelitian serta eskavasi. "Namun sebelum mengarah ke sana, terlebih dahulu keberadaannya harus diselamatkan, serta secara beruntun dan terus menerus dilakukan pembukaan pada seluruh kawasan karena diduga masih banyak memendam punden dan menhir," pungkasnya. [] Harian PAKAR/Admin

Berikan Komentar


Security code
Refresh