Terakhir Diperbarui:03:37:31 AM GMT

Anda berada di:

Menelusuri Lorong-Lorong di Kawasan Goa Gudawang Bogor

goa simenteng

BOGORKITA – Ada tiga goa di kawasan Goa Gudawang, yakni goa simasigit, goa sipahang, dan goa simenteng. Jika ingin menjajal lorong-lorong goa sambil merenungkan bagaimana terjadinya goa dengan gourdam dan stalaktitnya, datanglah ke Bogor.

Ini kali pertama Bogorkita mengunjungi kawasan Goa Gudawang. Setelah membayar tiket masuk seharga Rp.1.500, kami masuk kekawasan Goa Gudawang. Sebelum masuk ke goa yang ada, kami terlebih dahulu mengamati sekeliling kawasan wisata tersebut. Kawasan ini cukup teduh karena banyak pohon di sekelilingnya. Nampak tempat peristirahatan, warung-warung dan sarana bermain anak-anak. Tapi sayang semua fasilitas tersebut nampak tidak terawat. Bahkan warung-warung yang ada tidak ada pedagangnya. Pintu masukpun seperti tidak terawat, nampak kusam dan hanya dijaga orang-orang sekitar yang tidak berseragam.

Setelah mengamati daerah sekeliling Goa Gudawang, kami diantar oleh Taufik Husni, pemandu wisata setempat mengunjungi Goa Simenteng. Memasuki Goa Simenteng yang panjangnya 250 meter, kami terlebih dahulu menuruni anak tangga hingga kedalaman ± 10 meter dari permukaan tanah. Goa ini sudah dilengkapi dengan penerangan listrik, tapi kami tetap menggunakan lampu senter karena banyak lampu yang mati, sehingga di beberapa tempat masih gelap.

Di dalam goa ini kita dapat menjumpai stalaktit, stalakmit dan chamber (ruangan luas pada perut goa). Semakin ke dalam kita akan menjumpai gourdam (kolam-kolam kecil yang terbentuk secara alami).

Cukup banyak lorong di goa ini, tapi tidak semua bisa dilalui karena sempit. Setelah berjalan ± 100 meter, lorong terbelah dua. Satu ke kiri yang tidak bisa dilalui karena sempit dan satu kekanan yang masih bisa dilalui.

Karena lorong tersebut digenangi air sungai dan kami tidak membawa perlengkapan memadai, kami tidak melanjutkan perjalanan dan kembali ke atas.

Setelah keluar dari goa Simenteng, kami melanjutkan berjalan ke goa Simasigit yang berjarak ± 50 meter. Mulut goa ini tidak terlalu besar, namun masih bisa dimasuki. Jalur goa ini tidak terlalu panjang. Goa Simasigit memiliki panjang 30 meter. Dari mulut goa kita bisa melihat stalaktit dan stalakmit yang berada di dekat mulut goa. Dibandingkan yang lain goa ini yang paling pendek. Goa ini belum dilengkapi penerangan listrik, jadi kalau mau melihat dengan jelas kita harus bawa senter/penerangan. Di samping itu lorongnya juga sempit yang akan menyulitkan kita untuk berjalan. Karena lokasinya yang dekat dengan pintu masuk, goa ini biasanya yang pertama dikunjungi.

Terakhir kami diantar menuju goa Sipahang. Jaraknya cukup jauh dari kedua goa Simenteng dan goa Simasigit, sekitar 500 meter. Lokasi goa ini cukup indah, tidak heran jika goa Sipahang menjadi tempat favorit para pengunjung.

Ada dua mulut goa di tempat ini. Pertama di sebelah kiri dan yang satunya di sebelah kanan yang lebih besar. Kami tidak bisa masuk ke goa yang sebelah kiri, karena tergenang air. Mulut goa ini cukup lebar, tinggi sekitar 2 meter dan lebar sekitar 3 meter. Sayangnya mulut goa ini selalu digenangi air. Di sisi sebelah kanan, mulut goanya lebih lebar dan tinggi. Tingginya sekitar 3 meter dan lebar sekitar 4 meter.

Goa Sipahang memiliki panjang sekitar 750 meter dan memiliki banyak lorong. Sekitar 5 meter dari mulut goa belok kiri, kita akan masuk lorong yang menuju sarang kelelawar. Di dalam goa ini kita akan merasakan bau yang menyengat, karena kotoran kelelawar. Bau itulah yang  jadi alasan mengapa goa ini dinamakan Sipahang. Untuk menemui kelelawar cukup sulit karena lorongnya sempit dan jalannya berlumpur. Di dalam goa ini kita bisa melihat stalaktit, stalakmit, pilar, gourdam, danau dan sumur. Goa ini paling kaya panoramanya. Lantainya berlumpur, dan banyak lorong – lorong kecil. Di beberapa lorong tampak cahaya matahari masuk dari lubang yang berada di atas goa. Di sisi sebelah kanan  ada aliran sungai yang cukup lebar. Saat musim hujan goa ini dipenuhi air hingga mencapai ketinggian lebih dari 2 meter.

Menurut Husni Goa Sipahang adalah goa yang paling disukai pengunjung karena masih alami. Goa ini tidak dilengkapi lampu listrik dan terlihat bersih dengan airnya yang jernih. Bahkan bau kotoran kelelawar menjadi daya tarik tersendiri. Untuk masuk goa ini sebaiknya pengunjung membawa senter, karena ruangannya gelap. Jika ingin melihat kelelawar keluar dari goa Husni menyarankan untuk datang pada sekitar jam 6.00 sore.

Lokasi Goa Gudawang mulai dibuka untuk umum pada tahun 1992 setelah dilakukan perbaikan oleh Pemprov Jawa Barat pada tahun 1991. Sekarang Goa Gudawang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Goa Gudawang ramai dikunjungi pada saat hari raya. 90 % pengunjung berasal dari Tangerang dan Jakarta. Pada hari raya pengunjung bisa mencapai 1000 orang sehari. Sedang pada hari Minggu, paling banyak sekitar 150 orang. Sedang hari lainnya hanya 2-3 orang saja. Bahkan terkadang tidak ada. Umumnya mereka adalah pasangan muda-mudi. Lokasi ini juga sering dijadikan tempat berkemah oleh para pecinta alam.

Husni berharap Pemda menaruh perhatian lebih besar pada lokasi wisata ini, mengingat potensinya yang sangat besar. Ia berharap akan ada perbaikan jalan dari arah Parung dan jalan masuk menuju lokasi. Sarana transportasi juga perlu diperbanyak.

Fasilitas yang ada juga perlu diperbaiki karena sudah banyak yang rusak dan tidak terawat. Menurut Husni beberapa tahun lalu datang 40 siswa SD dari Singapura ke lokasi ini. Itu berarti Goa Gudawang sudah dikenal oleh orang luar terutama luar negeri. o mayudin/amin

 

Kawasan Wisata Goa Gudawang.

Goa Gudawang

Luas                             : ± 3 hektar.

Tiket                            : Rp. 1.500 per orang.

Parkir                           : Rp. 2.000 per kendaraan.

Fasilitas                        : Penerangan,parkir,tempat istirahat,sound system.

Transportasi                 : Angkot 05 jurusan Jasinga-Bubulak,tarif Rp.5.000 dilanjutkan

naik elp,tarif Rp.2.500,

Objek                          : Goa Simasigit, Goa Simenteng, Goa Sipahang.

Lokasi                          : Desa Arga Pura, Kp.Cipining, Kec. Cigudeg.

 

Berikut data-data goa yang ada di kawasan wisata Goa Gudawang :

Goa Simasigit

Panjang goa                  : ± 30 meter.

Kedalaman                   : ± 10 meter dari permukaan tanah.

Mulut Goa                    : Tinggi ± 2 meter, Lebar ± 2 meter.

Isi                                 : Stalaktit,stalakmit,aliran sungai.

Sifat                             : Basah,berair,lorong goa sempit dan gelap, masih alami.

Fasilitas                        : Belum diterangi listrik.

Pemugaran                   : Tahun 1991

Lokasi                          : Desa Arga Pura, Kp.Cipining, Kec.Cigudeg.

 

Goa Simenteng

Panjang goa                  : ± 250 meter.

Kedalaman                   : ± 10 - 30 meter dari permukaan tanah.

Mulut Goa                    : Tinggi ± 2.5 meter, Lebar ± 3 meter.

Isi                                 : Stalaktit,stalakmit,chamber ( ruangan luas dalam goa), aliran

sungai.

Sifat                             : Basah,berair,lorong goa lebar,cukup terang, masih alami.

Fasilitas                        : Sudah diterangi listrik.

Pemugaran                   : Tahun 1991

Lokasi                          : Desa Arga Pura, Kp.Cipining, Kec.Cigudeg.

 

Goa Sipahang

Panjang goa                  : ± 750 meter.

Kedalaman                   : ± 10 - 40 meter dari permukaan tanah.

Mulut Goa                    : Tinggi ± 3 meter, Lebar ± 5 meter.

Isi                                 : Stalaktit,stalakmit,chamber ( ruangan luas dalam goa), aliran

sungai,sumur kecil.

Sifat                             : Basah,berair, berlumpur, lorong goa lebar dan gelap,masih alami.

Fasilitas                        : Belum diterangi listrik.

Pemugaran                   : Tahun 1991

Lokasi                          : Desa Arga Pura, Kp.Cipining, Kec.Cigudeg.

Berikan Komentar


Security code
Refresh